English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pembuktian Yesus Sebagai Tuhan

Posted by andrey Saroinsong 05.56, under | 3 comments




Siapakah Yesus Kristus? Berbeda dengan pertanyaan, “Apakah ada Allah?” jarang orang mempertanyakan apakah Yesus Kristus ada. Pada umumnya Yesus dipandang sebagai seseorang yang hidup di bumi di Israel 2000 tahun yang lampau. Perdebatan baru dimulai ketika topik mengenai identitas Yesus didiskusikan. Hampir setiap agama besar mengajarkan bahwa Yesus adalah seorang nabi, atau guru yang baik atau seorang manusia yang saleh. Masalahnya Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Yesus lebih dari sekedar seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh. Jadi siapakah Yesus? 

Apa kata Alkitab mengenai Dia? Pertama-tama, mari kita lihat kata-kata Tuhan Yesus dalam Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu.” Sekilas, ini kelihatannya bukan merupakan sebuah klaim bahwa Dia adalah Allah. Namun kalau dilihat dari reaksi orang-orang Yahudi terhadap pernyataan ini "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." (Yohanes 10:33). Orang-orang Yahudi

mengerti pernyataan Yesus sebagai sebuah klaim bahwa Dia adalah Allah. Dalam ayat-ayat berikutnya Yesus tidak pernah mengoreksi orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Saya tidak mengaku diri sebagai Allah.” Hal ini menunjukkan bahwa Yesus betul-betul mengatakan bahwa Dia adalah Allah dengan mengumumkan, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30). Yohanes 8:58 adalah contoh lainnya. Yesus memproklamirkan, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Kembali orang-orang Yahudi berespon dengan mengambil batu dan berusaha melempari Yesus (Yohanes 8:59). Yesus mengumumkan identitasnya dengan menggunakan “Aku adalah” yang adalah merupakan penerapan langsung dari nama Allah dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14). Mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu kalau bukan karena Dia mengatakan sesuatu yang mereka anggap menghujat Allah, yaitu dengan mengaku diri sebagai Allah?

Yohanes 1:1 mengatakan, “Firman itu adalah Allah.” Yohanes 1:14 mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia.” Ini jelas mengindikasikan bahwa Yesus adalah Allah dalam wujud manusia. Thomas sang murid mengungkapkan pada Yesus, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28). Yesus tidak mengoreksi dia. Rasul Paulus menggambarkan Dia sebagai, “…Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Titus 2:13). Rasul Petrus mengatakan hal yang sama, “…Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:1). Allah Bapa adalah Saksi dari identitas Yesus yang sepenuhnya, “Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.” Nubuat-nubuat mengenai Kristus dalam Perjanjian Lama menyatakan keillahianNya, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”

 Ada banyak bukti yang mengungkapkan pernyataan Yesus mengenai keilahiannya, yaitu :


  •     Yesus menyatakan dirinya sebagai Jehovah (Tuhan dalam Perjanjian Lama)
  •     Yesus menyatakan sebagai mesias
  •     Yesus menerima penyembahan
  •     Otoritas perkataan-perkataan Yesus
  •     Yesus memerintahkan berdoa dalam nama-Nya
  • Yesus menyatakan diri sebagai Jehovah

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan menyatakan nama-Nya sebagai JHWH atau Jehovah. Dalam bahasa Indonesia ditulis sebagai TUHAN (kata 'tuhan' dengan huruf besar semua).

Misal dalam Keluaran 6: 2-3,

'Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN.

Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.'

Orang Yahudi menganggap nama Jehovah (TUHAN) begitu suci, sehingga mereka tidak berani mengucapkannya. Jehovah adalah satu-satunya Tuhan, selain itu adalah berhala atau tuhan yang palsu. Jehovah adalah Tuhan yang cemburu, yang tidak akan membagikan nama maupun kemulian-Nya kepada yang lain.

Yesaya menulis,

'Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku."'(Yesaya 44:6).

'Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. '(Yesaya 42:8).

'Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain'. (Yesaya 48:11).

TUHAN(Jehovah) tidak akan membagikan nama, hormat dan kemuliaan-Nya kepada yang lain. Yang menarik adalah perkataan-perkataan Yesus dan tindakan-tindakan-Nya membuat orang Yahudi abad pertama mengambil batu menuduh Yesus menghujat(menyamakan diri-Nya dengan TUHAN).


Mungkin Beberapa orang tidak mau mengakui kebenaran injil. sebagai pembuktian mari kita buka ayat - ayat yg ada di kitab saudara kita di agama lain:
"Isa itu Rohullah, Rasululullah, dan Kalimatullah."
(Anas bin Malik hal72, Qs. An Nisaa'171)


"Isa putera Miryam yang terkemuka di dunia dan di akhirat..."
"Iisabnu maryama wajihan fid dun-yaa wal aakhirat..."
(Qs. 3 'Aali Imraan 45)
__________________

Rohullah=Roh Allah
Rasulullah=utusan Allah
Kalimatullah=Firman Allah

"Sesungguhnya Isa Almasih putra Maryam itu utusan Allah dan firmanNya."
"Inamal Masihu 'isabnu Maryama rasulallahi wa kalimatuhu."
(Qs. 4 An Nisa 171)


"...Kami mengutus Roh Kamu kepadanya, maka ia menjelma dihadapannya menjadi manusia yang sempurna."
"...arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sayiyya."
(Qs. 19 Maryam 17)

"Tidak ada Imam Mahdi selain Isa putra Maryam."
"Laa mahda illa isabnu Maryama."
(Hadits Ibnu Majah)
__________________

Salah satu doa mereka: "Tujukilah kami jalan yang lurus."
"Ihdinasih shiraathal mustaqim." (Qs. 1 Al Faatihah 6)

"Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat karena itu janganlan kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus."
"Wa innahu la'ilmul lis saa'ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi'uuni haadzaa shiraathum mustaqiim"
(Qs. 43 Az Aukhruf 61.)
__________________

Isa lahir, mati dan dihidupkan kembali

"Damai sejahtera atasnya pada hari ia dilahirkan, pada hari ia wafat, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali."
"Wa salaamu 'alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub'atsu hayaa."
(Qs. 19 Maryam 33)
__________________

"Ingatlah taktala Allah berfirman: Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu, dan mengangkatmu kepadaKu, dan akan menyucikan engkau dari orang-orang kafir,
dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat."

"Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafika, wa raafi'uka ilaaya, wa muthahhiruka minal ladzina kafaruu, wa jaa'ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati."
(Qs, 3 Ali Imran 55)
__________________

Beberapa perkataan Yesus yang menarik dipelajari:

    Yesus mengatakan, ' Akulah gembala yang baik'(Yohanes 10:11), sedangkan Perjanjian Lama mengatakan, 'TUHAN adalah gembalaku'(Mazmur 23:1).

    Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31), Perjanjian Lama mengatakan TUHAN adalah hakim segala bangsa (Yoel 3:12).

        Yesus mengatakan, 'Akulah terang dunia' (Yohanes 8:12), Perjanjian Lama mengatakan ''TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu" (Yesaya 60:19).

        Yesus berdoa kepada Bapa untuk berbagi kemuliaan kekal-Nya, "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada" (Yohanes 17:5)

        Yesus mengatakan Dia adalah yang pertama dan yang akhir (Wahyu 1:17), sama seperti Yehovah dalam Perjanjian Lama (Yesaya 44:6).

Pernyataan keilahian Yesus sangat jelas di Yohanes 8:58,

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada" (Yohanes 8:58). Orang Yahudi tanpa ragu-ragu mengerti maksud perkataan ini . Mereka tahu bahwa Yesus tidak hanya menyatakan keberadaan-Nya sebelum Abraham, tetapi Yesus juga menyatakan sama dengan Tuhan. Ini menyebabkan mereka mengambil batu hendak melempari Yesus.

Dalam beberapa peristiwa Yesus menyatakan diri-Nya sama dengan Tuhan dengan cara yang lain misal dalam memberikan pengampunan dosa, suatu pekerjaan yang hanya bisa dilakukan Tuhan.

Dalam Markus 2:10-11, Yesus melakukan mujizat sekaligus memberikan pengampunan dosa:

'Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'.

Yesus juga menyatakan bahwa Dia mempunya kuasa kehidupan, kuasa yang hanya dimiliki TUHAN saja.

'Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.' (Yohanes 5:21)

'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.' (Yohanes 5:25)

Yesus mengatakan bahwa 'supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa' (Yohanes 5:23). Dalam kategori yang sama Yesus mendorong murid-murid-Nya, 'percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku' (Yohanes 14:1). Yesus tanpa meninggalkan keraguan, menyatakan diri-Nya sejajar dengan Allah.



KASIH KRISTUS MENYERTAI KITA.....



B A P T I S A N

Posted by andrey Saroinsong 07.03, under ,, | No comments


B A P T I S A N 



Salah satu keterangan yang penting dalam Alkitab tentang baptisan, kita baca dalam ayat berikut : Markus 16:15,16 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Ayat di atas ini menegaskan betapa pentingnya baptisan dan bahwa kita harus mengetahui arti baptisan itu menurut kehendak Allah. Banyak tafsiran manusia terhadap pelajaran tentang baptisan itu menurut pikiran manusia itu sendiri, tetapi hanya Alkitab sajalah yang berhak memberitahukan yang benar. Makna Baptisan dan sarana Baptisan: Roma 6:3-5 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Jelaslah disini bahwa apabila seorang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, maka ia harus mengalami suatu kehidupan yang baru. Cara satu-satunya untuk memasuki hidup baru bersama Yesus Kristus adalah dengan jalan kematian dan kelahiran kembali dalam arti rohani. Tegasnya, kematian dari segala sifat kehidupan yang lama dan kelahiran dalam segala sifat kehidupan yang baru, dan kedua proses itu dinyatakan dengan baptisan. Atau setelah seorang telah menguburkan di dalam air baptisan segala kehidupan lamanya yang penuh dengan dosa itu, maka ia pun bangkit keluar lagi dalam air baptisan itu sebagai manusia baru, yang selanjutnya ia memulaikan suatu kehidupan yang seluruhnya baru !
Atau dapat pula kita simpulkan bahwa apabila seseorang dibaptiskan maka ia menerima kematian Yesus untuk mengampuni dosanya, karena baptisan itu adalah suatu lambang, bahkan suatu tugu peringatan yang besar tentang kematian Yesus, penguburan-Nya dan kebangkitan-Nya. Seorang yang dibaptiskan di dalam kuburan air, tidak akan tetap berada di dalam air itu, melainkan ia harus keluar lagi dari dalam air, dan kebangkitannya itu adalah kepada kehidupan baru di dalam Yesus Kristus. Inilah yang disebut, kehidupan Kristen !
Kolose 2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
Yesus berkata bahwa baptisan ini adalah sangat penting dan bersifat menentukan bagi keselamatan seseorang karena firman-Nya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah." ( Yohanes 3:5).
Air adalah elemen yang terbaik untuk baptisan (Kisah 10:47-48). - Yohanes pembaptis membaptis di Ainon "sebab ada banyak air disana" (Yohanes 3:23). Baptisan mencakup datang ke tempat dimana disitu ada air (menemukan air dan orang yang akan dibaptiskan bersama-sama (Kisah 8:36). Baptisan mencakup turun ke dalam air (Kisah 8:36). Setelah baptisan keluar dari dalam air (Matius 3:16; 8:39). Baptisan mencakup penguburan, "dikuburkan bersama Dia di dalam baptisan" (Kolose 2:12). Baptisan mencakup kebangkitan (Roma 6:4, 5).
Esensi Baptisan : Dalam Markus 16:16, Yesus berkata, "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum." Menurut perkataan Yesus ini, siapa yang akan diselamatkan? Seorang yang percaya sajakah? Tidak, seorang yang dibaptis sajakah? Tidak, tetapi seorang yang percaya dan dibaptiskan.
Di dalam Perjanjian Baru ada setidaknya 6 ayat yang didalamnya menyebutkan; (1) Baptisan dan
(2) Keselamatan atau penerimaan berkat dari Tuhan. Markus 16:16 --> Dibaptiskan --> Akan diselamatkan
Markus 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Kisah 2:38 --> Berbaptis --> Pengampunan dosa Kisah 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Kisah 22:16 --> Berbaptis --> Membasuh dosa-dosa bersih
Kisah 22:16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!
Roma 6:3, 4 --> Dibaptiskan --> Ke dalam Kristus, untuk kehidupan baru. Roma 6:3, 4 6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Galatia 3:27 --> Dibaptiskan --> Ke dalam Kristus. Galatia 3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
1 Petrus 3:21 --> Baptisan --> Yang sekarang menyelamatkan 1 Petrus 3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus, Baptisan adalah kesaksian dari apa yang terjadi di dalam kehidupan orang percaya. Baptisan melukikan identifikasi orang percaya dengan kematian Kristus, penguburanNya dan kebangkitanNya. Alkitab menyatakan, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru (Roma 6:3-4). Dalam baptisan, dimasukkan ke dalam air menggambarkan dikuburkan dengan Kristus. Keluar dari air menggambarkan kebangkitan Kristus.
Dalam upacara baptisan ada dua persyaratan sebelum seseorang dibaptiskan: (1) orang yang dibaptis harus sudah percaya pada Yesus Kristus sebagai Juruselamat, (2) orang itu harus mengerti apa makna dari baptisan.
Jikalau seseorang mengenal Yesus sebagai Juruselamat, memahami bahwa baptisan adalah langkah ketaatan dalam memperkenalkan imannya kepada Kristus secara terbuka, dan ingin dibaptiskan, maka tidak ada alasan untuk menghalangi orang percaya tsb dari menerima baptisan. Menurut Alkitab, baptisan adalah langkah ketaatan, pernyataan iman seseorang secara terbuka bahwa dia percaya kepada Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Baptisan adalah sesuatu hal penting karena itu adalah langkah ketaatan, pernyataan iman kepada Kristus secara terbuka dan komitmen kepadaNya, dan menyamakan diri dengan kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus.
Kendala Baptisan Ada orang bertanya, bagaimanakah dengan seorang pencuri di kayu salib, yang tidak pernah dibaptis, tetapi mendapat tempat di dalam kerajaan-Nya ? Memang di dalam Kitab Suci kita akan dapati pula pengertian adanya, "Baptisan Roh Kudus", yaitu yang terjadi secara tidak kelihatan, bagi seseorang yang bertobat dan kemudian pertobatan itu nyata dalam kehidupannya secara terbuka, dan apa yang kita telah pelajari ialah "baptisan air". Pencuri di kayu salib adalah sebagai satu bukti bahwa hati yang telah diserahkan kepada Roh Kudus dengan pertobatan dan pengakuan, lalu menerima janji dan keselamatan itu. Secara manusia, sudah tidak mungkin baginya pada saat itu untuk diturunkan dari kayu salib dan dibaptis di dalam air sebagai lambang perubahan hatinya. Tetapi di atas salib ia mengaku dan bertobat dan percaya kepada kuasa Yesus, maka Yesus menerima pengakuannya.
Namun demikian bagi setiap orang yang dapat dan mungkin dan mempunyai waktu untuk mengikuti syarat baptisan melaui air, maka ia wajib menyempurnakan pengakuannya dalam baptisan air itu. Karena Yesus berkata :
"Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu akan orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus." (Lukas 9:26).
Baptisan itu adalah sangat penting, karena upacara itu merupakan tanda bahwa kita telah diterima menjadi anggota keluarga Allah. "Jawab Yesus, 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Yohanes 3:5).
Sebenarnya air itu sendiri tidaklah mempunyai kuasa apa-apa untuk meyelamatkan, kecuali sebagai lambang untuk menyucikan dosa, dan suatu lambang tentang darah Yesus yang menyucikan dosa manusia. Perhatikanlah pula ayat berikut ini,
"Untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman supayadengan demikian Ia menempatkan jemaat dihadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela." (Efesus 5:26,27).
Baptisan adalah satu langkah yang harus diambil dengan berani oleh tiap orang yang percaya dan menerima Yesus Kristus sebagi juruselamatnya. Mengambil keputusan untuk dibaptiskan, berarti kita memasuki suatu perubahan dalam kehidupan kita, sebelumnya sebagai seorang asing dalam lingkungan keluarga Allah, menjadi anggota keluarga Allah dan warga kerajaan surga.
Efesus 2:19,20 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. .
Apabila seorang telah mengakui dan bertobat dari dosa-dosanya dan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, berapa lamakah ia harus menunggu untuk dibaptis ?
"Dan sekarang mengapa engkau masih ragu-ragu ? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis, dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan." (Kisah 22:16).
Setan berusaha menghalangi tiap orang untuk mengambil keputusan dan dibaptiskan, tetapi apabila saudara mau mengikuti Yesus Kristus, dan rindu diselamatkan untuk hidup kekal dan menjadi warga negara kerajaan surga, janganlah berlambatan, melainkan dengan kuasa Yesus Kristus, terimalah keputusan itu.
Sementara baptisan merupakan hal yang utama dipentingkan dalam memperbolehkan kita untuk masuk dalam keselamatan yang besar yang mana tersedia dalam Kristus, kita harus berhati-hati untuk tidak memberi kesan bahwa dengan satu tindakan akan baptisan saja kita akan diselamatkan.
Kita telah diperlihatkan lebih dulu bagaimana hidup yang bersekutu terus menerus dengan penyaliban Kristus adalah penting: "jika seserang tidak dilahirkan dari air dan roh, dia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah" (Yohanes 3:5). Perbandingan dengan 1 Petrus 1:23 menunjukkan bahwa kelahiran yang sesuai dengan baptisan haruslah diikuti dengan Buah Roh.
Keselamatan tidak hanya tertuju pada baptisan: hal itu adalah hasil dari kasih anugerah (Efesus 2:8), iman (Roma 1:5) dan pengharapan (Roma 8:24), mengatasi segala hal. Terkadang terdengar bahwa keselamatan hanyalah oleh iman, dan oleh sebab itu pekerjaan seperti
baptisan sepertinya tidak relevan. Bagaimanapun, Yakobus 2:17-24 membuat secara jelas bahwa alasan sedemikian membuat pemikiran yang sesat antara iman dan tindakan; iman yang benar, contohnya dalam injil ditunjukkan perbuatan-perbuatan iman yang mana di dalamnya menhasilkan, seperti baptisan. "manusia dibenarkan oleh karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman" (Yakobus 2:24). Pekerjaan menyelamatkan kita secara keseluruhan telah dilakukan oleh Allah, tetapi kita perlu melakukan "tindakan pertobatan" dan percaya akan hal ini (Kisah 26:20; Markus 16:15,16).
Dalam beberapa kasus baptisan, orang percaya bertanya akan apa yang harus dia "perbuat" untuk diselamatkan; jawabannya selalu melibatkan baptisan (Kisah 2:37; 9:6; 10:6; 16:30). Melakukan suatu tindakan baptisan yang merupakan indikasi penting akan kepercayaan kita terhadap injil keselamatan.



Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya ya.....

KESAKSIAN - Pertobatan Sang Gigolo

Posted by andrey Saroinsong 07.14, under | 1 comment


Pertobatan Sang Gigolo

Aldo kecil sudah hidup dengan dunia kenakalan, ajaran sesat membawanya terjerumus dan mengenal kehidupan seks bebas.
"Saya pernah nonton film blue sewaktu kecil karena saya melihat kakak-kakak saya menyimpan banyak film blue. Dan sewaktu mereka pergi ke kantor, saya menonton. Saya ambil filmnya sambil sembunyi-sembunyi saya menonton," Ronaldo mengisahkan bagaimana pertama kalinya ia mengenal pornografi.
Keingintahuan Aldo terhadap seks akan segera terjawab, dan kejadian hari itu menorehkan sejarah kelam di dalam lembaran kehidupan Aldo.
"Tiba-tiba dia tidur di samping saya, tangan saya diambil oleh dia. Mungkin waktu itu ia menggunakan tangan saya untuk meraba-raba, menyentuh anggota tubuhnya. Saya sampai terkaget, sebelum itu saya belum pernah memegang tubuh wanita. Akhirnya saya tahu bahwa tubuh wanita itu seperti begitu. Terus teringat-ingat dalam hidup saya," Ronaldo menerangkan bagaimana ia menyentuh tubuh wanita untuk pertama kalinya.
Pengalaman yang Aldo dapatkan membuat ia ingin mencicipi kembali kenikmatan yang pernah ia rasakan. Dan berawal dari ajakan sang supir yang mengajaknya ke sebuah tempat hiburan. Aldo mulai mengenal wanita malam.
"Mungkin malam itu ia kepengen mengajak saya, ingin mengasih tunjuk bahwa ada suatu tempat yang bisa minum, bisa cari cewek. Waktu itu saya tidak tahu tempat apa itu. Ada lagu-lagu dangdut, hangar-bingar, ada cewek-ceweknya... Saya tidak tahu tempat apa itu. Baru pertama kali seumur hidup saya, saya masuk kesitu. Dan waktu saya di dalam, ada seorang perempuan menarik saya. Saya ditarik ke kamar dan saya dilayani oleh dia. Disitu pertama kali saya ngerasain yang namanya berhubungan badan," kisah Ronaldo mengenai pengalaman pertamanya melakukan seks.




Semenjak itu Ronaldo tak pernah berhenti pergi ke panti pijat dan lokalisasi. Baginya ia harus berhubungan seks, karena baginya itu sudah menjadi kebutuhannya.
"Tanpa seks hidup saya tidak bisa. Saya bangga dengan apa yang ada di dalam diri saya bahwa... seks saya luar biasa. Saya bangga," Ronaldo menjadi kecanduan dengan seks.
Hingga dewasa, kebiasaan Aldo dengan seks semakin bertambah parah. Di sebuah kafe, tempat dimana Aldo bekerja, ia mulai mengenal narkoba dan kehidupan malam. Harga dirinya ia pertaruhkan demi mendapatkan barang haram tersebut.
"Sambil bernyanyi, saya tebar pesona. Saya mencoba merayu cewek-cewek. Dan kita pun melakukannya suka sama suka. Dan jika saya sakaw, apalagi jika saya tidak ada uang. Saya akan menghubungi orang-orang. Saya bilang bahwa saya sedang tidak ada uang, jika ingin pakai saya boleh saja. Saya bahkan pernah digilir."
"Saya bertemu dengan ibu-ibu, wanita karir. Saya bertemu dengan wanita-wanita dari mancanegara, semenjak itu saya mulai pasang harga. Jika ingin bermain dengan saya, ada harganya, harus bayar. Disitu saya mulai menjual diri saya," Aldo mengisahkan pertama kali bagaimana ia menjadi gigolo.
"Saya sebenarnya mencari wanita bule. Karena saya senang nonton film BF, maka saya berpikir untuk mempraktikkannya dengan wanita bule atau jika tidak dengan wanita Jepang. Saya berpikir bahwa saya laki-laki, kok saya mesti bayar perempuan. Mestinya perempuan yang bayar saya karena saya muasin dia. Menurut orang kan jika laki-laki hebat di ranjang, seks pasti sudah hebat. Dan saya merasakan hebat. Pokoknya dalam hidup saya, sex is everything..." terang Aldo.
Namun di balik gelapnya kehidupan Aldo, sebagai lelaki ia menyimpan sesuatu yang tercabik-cabik. Bagaikan tombak yang menghujam jantungnya.
"Untuk perasaan saya sebagai seorang gigolo itu, saya sakit, saya merasakan malu. Dalam hati saya bertanya, apakah yang saya lakukan ini benar atau tidak. Tetapi yaitu, berjalan dengan waktu, semuanya itu mengalir saja. Tidak pernah ada yang namanya menyesal. Menyesal ya sekejab saja. Hari ini menyesal, besok, yang berbuat lagi," Aldo mengisahkan.
Bertahun-tahun lamanya Aldo terikat dan terjerumus akan kehidupan malam, penjaja seks, dan narkoba. Harga dirinya sebagai laki-laki hancur sudah. Di tempat itulah ia berkenalan dengan seorang wanita yang pada akhirnya menjadi istri Aldo.
"Ada pembukaan karaoke baru dan orang Korea tersebut meminta saya mengurusi cewek-ceweknya. Saya mau dijadikan manajer disitu, dan istri saya mau dijadikan mami disitu. Kita jual perempuan. Tiap malam itu, paling tidak 2-3 perempuan keluar. Dan kami mendapatkan uang dari situ," Aldo menceritakan ‘bisnis' baru yang ia geluti.
Uang yang mereka hasilkan selama ini tak mampu membawa kebahagiaan dalam rumah tangga mereka. Kesenangan yang mereka nikmati hanyalah sesaat.
Ronaldo mengisahkan tentang rumah tanggnya yang kerap panas, "Memang kehidupan rumah tangga kami sering rebut, karena kami sering mabuk bareng-bareng. Istri saya jika mabok tidak pernah kontrol. Jika sedang ribut, pasti istri saya suka minta untuk diceraikan."
Ina Ririhena, istrinya, mengakui bahwa permintaan untuk diceraikan itu adalah gertakan saja agar suaminya berubah. Tetapi ternyata sikap keras yang ia tunjukkan, dibalas semakin keras lagi oleh suaminya. Sehingga tidak ada titik temu.
"Suatu hari saya keluar rumah dan saya tidak pulang. Saya telepon istri saya, - hari ini juga gw akan ceraiin elo. - Sampai akhirnya dia menelepon saya, ‘Demi Tuhan elo mo ceraiin gw?,' Aldo mengisahkan. Istrinya bertanya apakah ia sudah tidak menyayangi dirinya lagi. Dan Aldo menjawab bahwa ia sudah tidak menyayangi istrinya lagi. Istrinya pun merasa hancur hati. Ia merasa gelisah dan kaget.
Dalam kebingungan dan kesedihan yang mendalam, Ina mencari wajah Tuhan dengan sepenuh hatinya. Ia bertobat dari segala dosa dan kesia-siannya selama ini, dan menyadari bahwa hanya Tuhanlah yang sanggup menyelamatkan rumah tangga mereka.
"Untuk mempertahankan rumah tangga dan tidak ingin cerai, saya hanya punya satu jalan, doa dan puasa. Saya menyerahkan semua buat Tuhan, dan saya bilang ke Tuhan bahwa saya sudah di luar kemampuan saya. Saya hanya minta satu kepada Tuhan bahwa apa yang sudah disatukan Tuhan, tidak dapat dipisahkan manusia. Saya hanya minta bukti itu dari Tuhan," demikian pengharapan Ina kepada Tuhan mengenai rumah tangganya.
Keharmonisan keluarga mereka kembali Tuhan pulihkan. Suatu kejadian yang ia alami membuat Aldo mengambil sebuah keputusan yang siap mengubahkan hidupnya.
Pada suatu hari Aldo harus pergi menjumpai teman-temannya, dan sewaktu itu istrinya tidak pergi bekerja karena akan datang teman-temannya ke rumah. Aldo bilang biar istrinya saja yang menjumpai teman-teman yang akan datang ke rumah, lalu Aldo pun bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap keluar rumah.
Ketika mau mandi, dan menumpahkan air dari gayung pertama kali, Aldo mendengar suara yang lembut sekali yang mengatakan kepadanya, "Aldo, ale jangan keluar.Jika ale keluar, ale mati." Aldo terdiam dan bingung suara apa itu. Aldo mencari-cari di kamar mandi suara apa itu. Tidak mungkin suara setan, karena ia sendiri merasakan bahwa ia sendiri sudah terlalu bejat seperti setan. Masak setan menggangguin setan, menurutnya.
Akhirnya Aldo melanjutkan lagi, ketika ia menumpahkan air dari gayung kedua kalinya, suara itu lebih besar sedikit, "Kalau kamu keluar hari ini, kamu mati." Aldo terdiam lagi dan menaruh gayung itu dan duduk di kloset sambil terdiam bingung akan suara tersebut. "Apakah ini suara Tuhan?" pikir Aldo. Menurut Aldo itu tidak mungkin karena ia merasa bahwa dirinya kotor. Disitu titik awal Aldo bahwa ia merasa dirinya sendiri kotor. Ia merasa dirinya tidak ada apa-apanya, masak Tuhan ingin bicara dengan dirinya yang kotor. "Sudahlah, ini perasaan saya saja," Aldo menyimpulkan.
Lalu Aldo mengambil gayung ketiganya, suara itu tetap ada tetapi membesar dalam ruangan kamar mandi itu seakan-akan kamar mandi itu sudah mau meledak. Dan suara itu besar, tegas, tapi lembut. Tampaknya suara itu sudah tidak mau neko-neko lagi. Suara itu mengatakan, "Aldo... Kalau kamu pergi hari ini kamu akan mati!" Aldo terkaget, Aldo taruh gayung itu, ia mengambil handuk lalu membungkus badannya lalu ia keluar.
Lalu Aldo bertemu dengan rombongan teman-temannya yang akan datang ke rumah. Mereka itu adalah orang-orang yang dahulu kehidupannya sama seperti Aldo, berantakan dan kacau.
Dalam pembicaraan, salah seorang temannya mengatakan kepada Aldo, "Aldo, kamu siap terima Yesus? Kamu mau terima Tuhan hari ini?"
Aldo menjawab, ya.
"Ya, saya mau terima Tuhan. Saya mau berubah," Aldo memutuskan.
Lalu Aldo didoakan oleh teman-temannya. Dalam doanya, temannya berkata bahwa Tuhan mengasihi Aldo. "Kamu adalah anakku. Apapun masa lalumu, Tuhan mengasihi kamu."
Disitu Aldo diingatkan bahwa Tuhan bahwa masa lalunya adalah orang yang tidak benar, orang yang kotor. Tetapi disitu Aldo diingatkan Tuhan bahwa kita dibentuk Tuhan, kita diracik oleh Tuhan, kita disiapkan mulai dari kandungan ibu kita.
Ketika Aldo diingatkan Tuhan hal tersebut, Aldo menangis dan mengingat dirinya siapa sebelumnya. Tetapi Tuhan membenarkan dirinya, dan menguatkan ia...
Akhirnya Aldo dan istrinya meninggalkan dunia gelap yang selama ini mereka lakukan. Seperti musim dingin berganti musim semi, begitulah kehidupan Aldo yang telah berubah.
"Setelah saya menerima Tuhan Yesus, harga diri saya yang dahulu jatuh, kehidupan saya yang dahulu sia-sia dan di bawah, telah diangkat Tuhan. Saya katakan kepada perempuan-perempuan yang bekerja kepada saya... Saya tahu bahwa saya jahat dan kejam pada mereka. Saya katakan bahwa apa yang kita alami bersama dahulu, itu tidak benar. Saya cuma katakan kepada mereka bahwa Tuhan mengasihi kalian, kalian harus sabar. Kalau kalian ingin hidup kalian dipulihkan, kalian harus bertobat," Aldo menceritakan bagaimana ia berpisah dari kehidupan gelapnya. (Kisah ini ditayangkan 01 januari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Chanel).

Sumber Kesaksian:  Ronaldo Ririhena

KESAKSIAN - Sonya Lawalata: Pengakuan Seorang Mantan Lesbian

Posted by andrey Saroinsong 06.30, under | 2 comments

Pengakuan Seorang Mantan Lesbian

"Saya adalah seorang lesbian yang menyayangi sesama jenis. Kita sampai melakukan hubungan seperti suami isteri, masing-masing bisa merasakan kenikmatan. Tidak apa-apa kita sesama jenis saling menyayangi," ujar Sonya mengawali kesaksiannya.
Awal perkenalannya dengan dunia lesbian ketika Sonya bekerja di sebuah restoran. Entah apa yang menjadi awal permasalahannya, seorang teman Sonya mengatakan sebuah perkataan kasar kepadanya. Kemarahan kontan memenuhi hati Sonya dan tanpa terkendali Sonya malah menghancurkan barang-barang yang ada di restoran tempatnya bekerja. Sonya pun ditahan atas kasus pengrusakan.
Sonya harus hidup di balik jeruji selama tujuh bulan. Selama Sonya berada di dalam penjara, tak ada seorang pun yang datang untuk menjenguknya. Dan di dalam penjara itu, ada seorang teman sesama tahanan wanita yang memperhatikan Sonya dan akhirnya perasaan ‘cinta' itu pun tumbuh di antara mereka.
Percintaan sesama jenis pun dilakoni oleh Sonya. Hal yang tabu menjadi layak untuk dilakukannya. Bagi Sonya, perasaan ‘cinta' yang menyimpang itu sama saja halnya dengan mencintai seorang pria, karena pada dasarnya setiap orang memiliki jantung dan hati yang sama.




"Kita saling menyayangi. Saya mencintai dia dan dia mencintai saya. Kita merasakan perasaan aneh, tapi perasaan itu benar-benar sangat menghibur saya. Terkadang kekecewaan yang saya rasakan hilang karena tergantikan oleh perhatian dan kasih sayangnya kepada saya," ujar Sonya.
Jalinan cinta terlarang Sonya semakin mengabaikan hal-hal yang tabu. Bahkan Sonya nekat bercinta di antara para tahanan.
"Satu sel bareng-bareng, kami tidur bersama. Di dalam satu sel itu ada enam sampai delapan orang. Dan di dalam situ banyak yang sudah ada partnernya masing-masing. Ada yang senang sama si ini, tapi ada juga yang tidak punya pasangan sama sekali. Tapi mereka juga melihat kita biasa saja, tidak melarang. Kami tidak lagi merasa canggung, pelukan pun di situ. Bahkan kita sampai melakukan seperti suami isteri, masing-masing bisa merasakan kenikmatan. Itu yang saya heran. Saya tidak pusing dengan siapa yang mau mengatakan, atau dengan siapa yang mau melihat, tapi saya lakukan itu. Sebab saya merasa saya mendapat kesenangan, yaitu kasih sayang dan perhatian," kisah Sonya akan masa lalunya yang kelam.
Sonya pun bebas setelah tujuh bulan. Namun jiwanya terpenjara pada sebuah penyimpangan orientasi seksual.
"Gaya penampilan saya sudah berubah. Rambut saya potong pendek, tidak mau pakai rok, hanya mau memakai celana. Saya juga tidak mau memakai lipstik lagi, bedak-bedak tidak ada, dan saya menjadi seperti laki-laki. Kalau ketemu dengan anak-anak sekolah, kadang-kadang mereka bilang, ‘Bang, bang, permisi bang...' Waktu pertama kali dipanggil seperti itu, saya merasa canggung juga, tapi lama-kelamaan saya menganggap kalau memang saya seperti seorang laki-laki. Mau dipanggil pak, mas, atau abang yah tidak apa-apa," kisah Sonya.
Pergeseran identitas Sonya semakin jauh. Pertemuan dengan teman-teman lama pun semakin mengaburkan jati dirinya sebagai seorang wanita. Teman-teman lamanya ternyata menghadapi masalah yang sama dengan dirinya, yaitu mencintai sesama jenis. Dalam waktu singkat, Sonya menemukan pasangan barunya dan kembali terlibat dalam hubungan yang terlarang.
"Akhirnya kita bisa berteman. Selama tujuh tahun saya kumpul sejenis dengannya. Seperti suami isteri, kami tinggal serumah," ujar Sonya.
Namun di luar dugaan Sonya, tujuh tahun menjalin percintaan dengan sesama jenis harus berakhir dengan perpisahan. Pasangan sesama jenis Sonya memilih untuk meninggalkan Sonya dan pergi dengan seorang pria. Melihat wanita yang disayanginya dengan pria lain, Sonya teringat akan pernikahannya yang kelam. Sonya menikah dengan seorang pria yang ternyata sudah memiliki isteri, tapi kebenaran itu diketahuinya kemudian setelah mereka menikah. Sakit hati dirasakan Sonya dengan sangat dalam.
Dalam kepahitan yang tak terlampiaskan, Sonya minum dan mengambil pisau ataupun garpu yang ada di depannya dan Sonya mulai menyayat tubuhnya sendiri. Yang ada dalam diri Sonya hanyalah ia tidak mau lagi bersuami. Kebiasaan untuk menyakiti dirinya sendiri sering dilakukan olehnya. Setiap kali Sonya teringat akan kelakuan suaminya, ia akan langsung menyayat perut dan tangannya dengan pisau atau pun garpu sampai berdarah.
"Dendam itu masih ada membara dalam hati saya. Sejak kecil saya sudah ditinggalkan papa saya. Dan sampai saya menikah, ternyata begitu juga, ditinggalkan oleh suami. Di situ timbul rasa benci saya terhadap laki-laki, bahwa mereka ini tidak bertanggungjawab. Saya potong kulit saya dan kulit itu mulai terbelah, keluar darah. Dan ketika melihat darah itu, seperti ada kelepasan dan perasaan lega. Sambil menyayat kulit ini, saya hanya berkata, ‘Nih, tidak apa-apa nih, karena kalian semua yang menyakiti saya jadinya saya menyakiti diriku sendiri'. Yang tadinya perasaan hati ini begitu berapi-api karena marah, langsung hilang begitu melihat darah dan badan yang sudah tersayat-sayat. Tidak ada penyesalan, biar saja saya seperti ini. Mendingan saya hancur sekalian," ucap Sonya.
Jiwanya hancur dan setiap sayatan di tubuhnya seakan bercerita betapa dalam derita yang dialaminya.
"Pada suatu malam saat saya mau tidur, saya sayat-sayat badan saya, dan saya pikir saya tidak mau menikam diri saya secara langsung, jadi besok pagi saya pasti sudah ada di alam lain. Karena memang perut saya sudah penuh dengan sayatan, dan saya tidur. Tapi subuh-subuh ketika saya bangun, saya masih ada di tempat tidur dan saya masih hidup. Saya lihat darah dari luka-luka sayatan itu sudah berhenti," kisah Sonya.
Lolos dari kematian membuat niat Sonya surut untuk berpesta pora. Saat Sonya sedang minum-minum dengan teman-temannya di sebuah pub, mereka masih ingin bersenang-senang dan akhirnya pindah ke diskotik yang lain. Mereka hanya berpesan kepada Sonya bahwa pulangnya nanti mereka akan kembali untuk menjemput Sonya. Tapi sampai pub-nya mau tutup, teman-teman Sonya tetap belum muncul. Tagihan minuman sudah diserahkan kepada Sonya. Dianggap mabuk dan mangkir untuk membayar, Sonya langsung diangkat dan dipukuli oleh tiga orang bodyguard. Sonya diinjak, kepalanya dipukuli dan belakangnya dipukul sampai akhirnya Sonya jatuh dan tidak bisa bangun lagi.
Keadaan Sonya sangat parah dan ia bersiap untuk meregang nyawa. Namun sekali lagi, sang maut enggan menjemput Sonya. Saat Sonya terbangun di pagi hari dengan dinginnya embun di wajahnya, tiba-tiba dalam pikirannya terlintas bahwa dirinya memiliki Tuhan Yesus. Dalam kesakitannya, Sonya berteriak, "Tuhan Yesus, tolong saya."
Dengan sisa tenaga yang ada, Sonya berusaha bangkit dan menghubungi saudaranya. Di rumah itu, Sonya berangsur sembuh. Dan peristiwa yang tak terduga pun terjadi. Saat Sonya tengah tertidur lelap, tiba-tiba petir menyambar dengan sangat keras. Petir yang terus-menerus menyambar membuat Sonya ketakutan. Dalam bayangannya, ia merasa Tuhan murka atas hidupnya karena segala kesalahan yang telah ia lakukan selama ini. Kejadian malam itu begitu menghantui Sonya sampai keesokan harinya keponakannya datang menemuinya. Sonya diajak untuk pergi ke gereja.
"Dia bilang seperti ini, ‘Kita masih muda-muda sudah bertobat, tante sudah tua kok belum mau sadar?' Dengan gaya cowok saya pun pergi ke gereja. Setelah saya dengar Firman Tuhan, larangan-larangan yang Tuhan berikan, disinggung juga soal lesbian, homo, saya betul-betul merasa bersalah. Saya merasakan jamahan Tuhan. Sewaktu saya mengangkat tangan, seperti dingin terus mengalir ke sekujur tubuh saya. Badan saya gemetar. Saat itu saya meminta ampun atas segala kesalahan saya. Semua dosa yang telah saya lakukan ini, saya percaya Tuhan sanggup melepaskan saya dari keterikatan ini. Bukan luka ini yang diminta sembuh, tapi karena jiwa saya, Tuhan ubah jiwa saya. Tiba-tiba karena gaya saya masih seperti laki-laki, ada pelayan yang berkata, ‘Pak pak, pindah Pak. Di sini tempat ibu-ibu'. Saya lagi khusyuk nih berdoa, saya putar badan saya dan saya bilang, ‘Saya ibu, Pak.'"
Perkataan Sonya itu adalah pengakuan yang membuatnya tersadar bahwa dirinya adalah seorang wanita.
"Saya akhirnya meninggalkan pasangan lesbian saya itu. Saya mulai pakai rok, mulai memakai baju perempuan, mulai merasa tidak enak kalau tidak memakai baju dalam, mulai memakai lipstik. Di saat saya menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan, Tuhan memulihkan saya dan saya sudah mengampuni mereka yang telah menyakiti saya. Saya sudah mengampuni orangtua saya karena mereka meninggalkan saya waktu saya masih kecil, saya mengampuni juga suami saya. Saya tidak dapat balas kasih Tuhan kepada saya sebab tadinya saya yang sudah di lumpur, tapi Tuhan mengangkat saya. Tuhan bilang dosa saya sudah Dia buang ke tubir laut yang paling dalam. Apa yang saya harus balas kepada Tuhan, yaitu saya harus kembali mengasihi Tuhan dengan segenap hati saya," ujar Sonya dengan tangisan penyesalan.
"Tuhan Yesus itu adalah Tuhan dan Juru Selamat saya," ucap Sonya menutup kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan dalam acara 19 Mei 2010 Solusi Life di O'Channel).

Sumber Kesaksian:
Sonya Lawalata